Friday, 14 December 2018

Cara Menghilangkan Gangguan Jin Di Rumah

SEBAB-SEBAB YANG BISA DITEMPUH AGAR RUMAH TERHINDAR DARI GANGGUAN JIN

Mungkin diantara kita pernah mendengar ada orang yang mengeluh karena gangguan jin di rumah, atau ketika berada di suatu tempat diganggu oleh jin. Fenomena ini tentu menimbulkan kecemasan bagi para pemilik (penghuni) rumah. Bentuk-bentuk gangguannya bermacam-macam, ada yang mengaku pernah digelitik sama jin, ada yang mendengar bisikan gaib, melihat penampakan, perabot rumah tangga bergerak sendiri, dll.
Yang Perlu anda ketahui bahwa pada hakekatnya Jin itu ada dimana-mana, di rumah, dikantor, di mesjid, di hutan, di gunung, di WC dll. Lalu apakah yang menyebabkan jin itu bisa menggangu?

Inilah sebab-sebabnya kenapa jin bisa mengganggu di rumah anda :

  1. Meninggalkan Shalat 5 waktu, orang yang sering meninggalkan sholat 5 waktu cenderung lebih mudah diganggu oleh jin karena sholat 5 waktu merupakan benteng utama dari gangguan jin, itulah hikmahnya sholat 5 waktu.
  2. Mungkin rumah tersebut pernah dipakai maksiat seperti mabuk, judi, jinah dll.
  3. Ada penghuni rumah yang dihinggapi jin keturunan, jin keturunan adalah jin warisan dari leluhur, biasanya kalau leluhur kita ada orang pinter atau orang sakti maka jin nya turun temurun ke anak cucunya.
  4. Ada amalan kesyirikan yang pernah di lakukan pemilik (penghuni) rumah, contohnya : 
  • Pasang isim di rumah untuk tolak bala atau penjagaan, biasanya dipasang di pintu.
  • Ada jimat (keris, kujang, batu ali dll) yang tersimpan di rumah.
  • Ada jimat atau isim yang ditanam di rumah.
  • Di rumah pernah mengubur kepala kambing, kepala kerbau atau kepala ayam sebagai persembahan. 
  • Ada penghuni rumah yang pernah pasang susuk, pernah di isi ilmu kanuragan atau ilmu kesaktian.
  • Ada penghuni rumah yang suka mengamalkan wirid atau doa yang tidak sesuai Sunnah Rosul, seperti Do'a Nurbuat, Solawat nariyah dll.

Tips-tips Agar Rumah Kita Terhindar Dari Gangguan Jin

  • Lakukan shalat 5 waktu secara full jangan sampai bolong-bolong
  • Hilangkan segala bentuk kesyirikan dari rumah
  • Hilangkan segala bentuk maksiat dari rumah
  • Hilangkan gambar-gambar makhluk bernyawa dan patung-patung
  • Hilangkan musik dan alat musik dari rumah
  • Baca basmalah dan salam ketika masuk rumah
  • Tutup pintu dan jendela dengan membaca basmalah ketika malam datang
  • Biasakan dzikir pagi-sore, beli buku dzikir pagi-sore di toko buku Islam
  • Biasakan dzikir-dzikir harian: dzikir masuk WC, keluar WC, mau makan, selesai makan, dzikir ketika hujan, ketika mau tidur, ketika bangun tidur, dsb.
  • Semangati penghuni rumah untuk membaca Qur'an tiap hari
  • Putar Murattal Qur'an sampai terdengar ke semua ruangan, boleh pakai speaker aktif
  • Wanita lebih utama shalat di rumah
  • Perbanyak shalat sunnah di rumah
  • Hiasi rumah dengan suasana ilmu, perbanyak buku-buku sunnah, dengarkan kajian-kajian para ustadz sunnah
  • Baca basmalah ketika membuang air panas ke lubang
  • Tutup wadah-wadah makanan dan minuman (gelas, baskom, dll.) ketika hendak tidur
  • Banyak berdoa kepada Allah
  • Perbanyak baca Al Qur'an, tidak harus ketika selesai shalat, namun sehari usahakan baca beberapa lembar

Dan sebab-sebab lainnya yang dijelaskan oleh dalil-dalil

Wallahu a'lam.

Thursday, 13 December 2018

Shalawat Palsu Dan Sholawat Asli

SHOLAWAT - SHALAWAT PALSU


Tidak semua shalawat yang dikenal oleh masyarakat merupakan shalawat yang dikenal oleh syariat. Maka sudah semestinya kita mengetahui jenis-jenis shalawat yang tidak ada tuntunannya sama sekali dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini penting mengingat sebagian kaum muslimin banyak mengamalkannya, bahkan melantunkannya melalui nasyid-nasyid.

Sudah bukan rahasia lagi kalau di tengah-tengah kaum muslimin, banyak tersebar berbagai jenis shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shalawat-shalawat itu biasanya dibuat oleh pemimpin tarekat sufi tertentu yang dianggap baik oleh sebagian umat Islam kemudian disebarkan hingga diamalkan secara turun temurun.

Padahal jika shalawat-shalawat semacam itu diperhatikan secara cermat, akan nampak berbagai penyimpangan berupa kesyirikan, bid’ah, ghuluw terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagainya.

Shalawat Nariyah


Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin.

Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut nash shalawatnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada  Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan berkaitan dengan shalawat ini:

Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdoa kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meski yang diminta itu seorang malaikat yang dekat atau nabi yang diutus.

Telah disebutkan dalam berbagai ayat Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdoa, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah ‘azza wa jalla. Firman Allah ‘azza wa jalla:

قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمۡلِكُونَ كَشۡفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمۡ وَلَا تَحۡوِيلًا ٥٦

“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai Tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya’.” (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan, ayat ini turun berkenaan dengan kaum yang berdoa kepada Al-Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan kesulitan, menghilangkan kesusahan dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:

قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعٗا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ وَلَوۡ كُنتُ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ لَٱسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ ٱلۡخَيۡرِ وَمَا مَسَّنِيَ ٱلسُّوٓءُۚ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ وَبَشِيرٞ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١٨٨

__“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan

sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)__

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:

أَجَعَلْتَنِيْ نِدًّا؟ قُلْ: مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ

“Apakah engkau hendak menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah ? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan) [Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu]

SHOLAWAT NARIYAH MENGANDUNG KESYIRIKAN

.
Pertama, pada shalawat ini terdapat beberapa lafadz yang maknanya telah melanggar pengertian syirik di atas. Lafadz tersebut adalah:.
.
تـُــنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
,
Rincian:.
.
(تنحل به العقد)
.
Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
(وتنفرج به الكرب)
.
Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
(وتقضى به الحوائج)
.
Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
(و تنال به الرغائب)
.
Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
.
Empat kalimat di atas merupakan pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yang bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa hanyalah Allah.
.
Seorang Nabi atau bahkan para malaikat tidak memiliki kemampuan dalam hal ini. Oleh karena itu, ketika pujian-pujian ini ditujukan kepada selain Allah (termasuk kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka berarti telah menyamakan makhluk tersebut dengan Allah dalam perkara yang menjadi hak khusus bagi Allah. Cukuplah kita ingat firman Allah yang memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengatakan:
.
قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا
.
“Katakanlah (wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam): Aku tidak memiliki kemampuan untuk menghindarkan kalian dari bahaya dan tidak pula mampu memberi kebaikan pada kalian.” (QS. Al-Jin: 21)
.
Wallahul musta'an

Shalawat Badar


Lafadz shalawat ini -jika diartikan- sebagai berikut:

صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طَهَ رَسُولِ اللهِ

صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يس حَبِيبِ اللهِ

تَوَسَّلْنَا بِبِسْمِ اللهِ وَباْلهَادِي رَسُولِ اللهِ

وَكُلِّ مُجَاهِدٍ فِي اللهِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah

Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah

Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah.

Dalam ucapan shalawat ini terkandung beberapa hal:

Penyebutan Nabi dengan habibillah, Bertawassul dengan Nabi, Bertawassul dengan para mujahidin dan ahli Badr Point pertama telah diterangkan kesalahannya secara jelas pada rubrik Tafsir.

Pada point kedua, tidak terdapat satu dalilpun yang shahih yang membolehkannya. Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan. Demikian pula para shahabat (tidak pernah mengerjakan).

Seandainya disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya dan para shahabat melakukannya.

Adapun hadits:

“Bertawassullah kalian dengan kedudukanku karena sesungguhnya kedudukan ini besar di hadapan Allah”, maka hadits ini termasuk hadits maudhu’ (palsu) sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dan Asy-Syaikh Al-Albani.

Adapun point ketiga, tentunya lebih tidak boleh lagi karena bertawassul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak diperbolehkan.

Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama Allah di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ

“Dan hanya milik Allah-lah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.” (Al-A’raf: 180)

Demikian pula di antara doa Nabi, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki yang Engkau namai diri-Mu dengannya. Atau Engkau ajarkan kepada salah seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau simpan di sisi-Mu dalam ilmu yang ghaib.”

Bertawassul dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala seperti ini merupakan salah satu dari bentuk tawassul yang diperbolehkan.

Tawassul lain yang juga diperbolehkan adalah dengan amal shalih dan dengan doa orang shalih yang masih hidup (yakni meminta orang shalih agar mendoakannya).

Selain itu yang tidak berdasarkan dalil, termasuk tawasul terlarang.

Shalawat al-Fatih (Pembuka)


Lafadznya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ

وَالْخَاتِم لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ ا اْهلَدِي

إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ

وَمِقْدَارُهُ عَظِيْم*ٌ*

__“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Baginda kami Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”__

Berkata At-Tijani tentang shalawat ini –dan dia berdusta dengan perkataannya-, “…Kemudian (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) memerintah aku untuk kembali kepada shalawat Al-Fatih ini. Maka ketika beliau memerintahkan aku dengan hal tersebut, akupun bertanya tentang keutamaannya. Maka beliau mengabariku untuk pertama kali bahwa satu kali membacanya menyamai membaca Al Qur’an enam kali. Kemudian beliau mengabarkan kepadaku untuk kedua kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai setiap tasbih yang terdapat di alam ini dari setiap zikir, dari setiap doa yang kecil maupun besar, dan dari Al Qur’an 6.000 kali, karena ini termasuk zikir.”**

**Ini merupakan kekafiran yang nyata karena mengganggap perkataan manusia lebih afdhal daripada firman Allah ‘azza wa jalla. Sungguh merupakan suatu kebodohan apabila seorang yang berakal apalagi dia seorang muslim berkeyakinan seperti perkata

an ahli bid’ah yang sangat bodoh ini. (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah, hal. 225 dan Mahabbatur Rasul, hal. 285, Abdur Rauf Muhammad ‘Utsman)**

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang  mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan At-Tirmidzi dari ‘Ali bin Abi Thalib. Dan datang dari hadits ’Utsman bin ‘Affan riwayat Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَا اِهلَ لاَ أَقُوْلُ : } ألم { حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan menjadi sepuluh kali semisal (kebaikan) itu. Aku tidak mengatakan: alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (Shahih, HR.At-Tirmidzi dan yang lainnya dari Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh Al-Albani Rohimahulloh)


Shalawat Seorang Sufi Libanon


Ia menyebutkan dalam kitabnya yang membahas tentang keutamaan shalawat Lafadznya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ حَتَّى تَجْعَلَ مِنْهُ اْلأَحَدِيَّةَ الْقَيُّوْمِيَّةَ

“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad sehingga Engkau menjadikan darinya keesaan dan qayyumiyyah (maha berdiri sendiri dan yang mengurusi makhluknya).”

Padahal sifat Al-Ahadiyyah dan Al-Qayyumiyyah, keduanya termasuk sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla. Maka, bagaimana mungkin dia (pembuat shalawat) memberikan dua sifat Allah ini kepada salah seorang dari makhluk-Nya, padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَيۡءٞۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١١

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)

Shalawat Sa’adah (Kebahagiaan)


Lafadznya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ

“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada baginda kami Muhammad sejumlah apa yang ada dalam ilmu Allah, shalawat yang kekal seperti kekalnya kerajaan Allah.”

Berkata An-Nabhani As-Sufi setelah menukilkannya dari Asy-Syaikh Ahmad Dahlan: “Bahwa pahalanya seperti 600.000 kali shalat. Siapa yang rutin membacanya setiap hari Jum’at 1.000 kali, maka dia termasuk orang yang berbahagia dunia akhirat.” (Lihat Mahabbatur Rasul, hal. 287-288)

Cukuplah keutamaan palsu yang disebutkannya, yang menunjukkan kedustaan dan kebatilan shalawat ini.

Shalawat al-In’am


Lafadznya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَعَلىَ آلِهِ عَدَدَ إِنْعَامِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ

“Ya Allah berikanlah shalawat, salam dan berkah kepada baginda kami Muhammad dan kepada keluarganya, sejumlah kenikmatan Allah dan keutamaan-Nya.”

Berkata An-Nabhani menukil dari  Ahmad Ash-Shawi: “Ini adalah shalawat Al-In’am. Dan ini termasuk pintu-pintu kenikmatan dunia dan akhirat, dan pahalanya tidak terhitung.” (Mahabbatur Rasul, hal. 288)

Jenis-jenis shalawat di atas banyak dijumpai di kalangan sufiyah. Bahkan dijadikan sebagai materi yang dilombakan antar tarekat sufi. Karena setiap tarekat mengklaim bahwa mereka memiliki doa, zikir, dan shalawat-shalawat yang menurut mereka mempunyai sekian pahala.

Ada pula klaim bahwa shalawat itu mempunyai keutamaan bagi yang membacanya yang akan menjadikan mereka dengan cepat mencapai derajat para wali. Atau menyatakan bahwa termasuk keutamaan wirid ini karena syaikh tarekatnya telah mengambilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung dalam keadaan sadar atau mimpi. Di mana, katanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjanjikan bagi yang membacanya: kedekatan dengan beliau, masuk jannah (surga) dan yang lainnya dari sekian propaganda yang tidak bernilai sedikitpun dalam timbangan syariat. Sebab, syariat ini tidaklah diambil dari mimpi-mimpi. Dan karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan kita dengan perkara-perkara tersebut sewaktu beliau masih hidup.

Jika sekiranya ada kebaikan untuk kita, niscaya beliau telah menganjurkan kepada kita. Apalagi bila model shalawat tersebut sangat bertentangan dengan apa yang beliau bawa, yakni menyimpang dari agama dan sunnahnya. Dan yang semakin menunjukkan kebatilannya

Wirid-wirid bid’ah ini menyebabkan terhalangnya mayoritas kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan ibadah-ibadah yang justru disyariatkan, yang telah Allah subhanahu wa ta’ala jadikan sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan memperoleh keridhaan-Nya.

Betapa banyak orang yang berpaling dari Al Qur’an dan tidak mau mentadabburinya disebabkan tenggelam dan ‘asyik’ dengan wirid bid’ah ini?

**Betapa banyak dari mereka yang sudah tidak peduli lagi untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tergiur dengan pahala ‘instant’ yang berlipat ganda.**

Betapa banyak yang lebih mengutamakan majelis-majelis zikir bid’ah semacam buatan buatan, daripada halaqah (majelis) yang di dalamnya membahas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Laa haula walaa quwwata illaa billah.

Selesai.

Sumber, Asy Syariah Edisi 007 14 Nov 2011, Kajian Utama, Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal al-Bugisi hafizhohulloh
↘ join Telegram:
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
Publikasi
📚 WA Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


SHALAWAT YANG ASLI


Keutamaan Shalawat | 8 Lafazh Shalawat yang Shahih
 assunnah   2:56 PM   Artikel Islam  , Sunnah


عن أنس بن مالك  قال: قال رسول الله : «مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ» رواه النسائي وأحمد وغيرهما وهو حديث صحيح.

Dari Anas bin malik radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”

[SHAHIH. Hadits Riwayat An-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904) dan al-Hakim (no. 2018), dishahihkan oleh Ibnu Hibban rahimahullah, al-Hakim rahimahullah dan disepakati oleh adz-Dzahabi, rahimahullah juga oleh Ibnu hajar rahimahullah dalam “Fathul Baari” (11/167) dan al-Albani rahimahullah dalam “Shahihul adabil mufrad” (no. 643)]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut [Lihat “Sunan an-Nasa’i” (3/50) dan “Shahiihut targiib wat tarhiib” (2/134)], karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala [Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (6/169)].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini :
Banyak bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam [Lihat kitab “Mahabbatur Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bainal ittibaa’ walibtidaa’” (hal. 77).], karena para ulama mengatakan: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya” [Lihat kitab “Minhaajus sunnatin nabawiyyah” (5/393) dan “Raudhatul muhibbiin” (hal. 264).]. 

Yang dimaksud dengan shalawat di sini adalah shalawat yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih (yang biasa dibaca oleh kaum muslimin dalam shalat mereka ketika tasyahhud), bukan shalawat-shalawat bid’ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang datang belakangan, seperti shalawat nariyah, badriyah, barzanji dan shalawat-shalawat bid’ah lainnya. Karena shalawat adalah ibadah, maka syarat diterimanya harus ikhlas karena Allah Ta’ala semata dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam [Lihat kitab “Fadha-ilush shalaati wassalaam” (hal. 3-4), tulisan syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.]. Juga karena ketika para sahabat radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “(Ya Rasulullah), sungguh kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, maka bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah: Ya Allah, bershalawatlah kepada (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau…dst seperti shalawat dalam tasyahhud [SHAHIH. Riwayat Bukhari (no. 5996) dan Muslim (no. 406)].

Makna shalawat kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia memuji dan mengagungkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan peneyebutan (nama) beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang beliau bawa. Dan di akhirat dengan melipatgandakan pahala kebaikan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memudahkan syafa’at beliau kepada umatnya dan menampakkan keutamaan beliau pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk [Lihat kitab “Fathul Baari” (11/156)]. 

Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya [Lihat kitab “Zaadul masiir” (6/398).]. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya:

{هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}

“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).
Lafazh bacaan sholawat yang paling ringkas yang sesuai dalil2 yang shahih adalah :

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shollii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .
[SHAHIH. HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273].

Kemudian terdapat riwayat-riwayat yang Shahih dalam delapan riwayat, yaitu :

1. Dari jalan Ka’ab bin ‘Ujrah

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد وعلى  آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

“Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid”.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

[SHAHIH, HR. Bukhari 4/118, 6/27, dan 7/156, Muslim 2/16, Abu Dawud no. 976, 977, 978, At Tirmidzi 1/301-302, An Nasa-i dalam "Sunan" 3/47-58 dan "Amalul Yaum wal Lailah" no 54, Ibnu Majah no. 904, Ahmad 4/243-244, Ibnu Hibban dalam "Shahih" nya no. 900, 1948, 1955, Al Baihaqi dalam "Sunanul Kubra" 2/148 dan yang lainnya]

2. Dari jalan Abu Humaid As Saa’diy

اللهم صل على محمد وعلى أزواجه وذريته كما صليت على إبراهيم ، وبارك على محمد وعلى أزواجه وذريته كما باركت  على إبراهيم ، إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa  ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah,berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri beliau dan keturunannya,sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim,Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

[SHAHIH, HR. Bukhari 4/118, 7/157, Muslim 2/17, Abu Dawud no. 979, An Nasa-i dalam "Sunan" nya 3/49, Ibnu Majah no. 905, Ahmad dalam "Musnad" nya 5/424, Baihaqi dalam "Sunanul Kubra" 2/150-151, Imam Malik dalam "Al Muwaththo' 1/179 dan yang lainnya].

3. Dari jalan Abi Mas’ud Al Anshariy

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa aali ibroohiim ,wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian alam, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

[SHAHIH, HR Muslim 2/16, Abu Dawud no. 980, At Tirmidzi 5/37-38, An Nasa-i dalam "Sunan" nya 3/45, Ahmad 4/118, 5/273-274, Ibnu Hibban dalam "Shahih" nya no. 1949, 1956, Baihaqi dalam "SUnanul Kubra" 2/146,dan Imam Malik dalam "AL Muwaththo' (1/179-180 Tanwirul Hawalik Syarah Muwaththo'"]

4.Dari jalan Abi Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshariy (jalan kedua)

للهم صل على محمد النبي الأمي وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد النبي الأمي وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad yang ummi dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.Dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

[SHAHIH, HR. Abu Dawud no. 981, An Nasa-i dalam "Amalul Yaum wal Lailah" no. 94, Ahmad dalam "Musnad" nya 4/119, Ibnu Hibban dalam "Shahih" nya no. 1950, Baihaqi dalam "Sunan" nya no 2/146-147, Ibnu Khuzaimah dalam "Shahih" nya no711, Daruquthni dalam "Sunan" nya no 1/354-355, Al Hakim dalam "Al Mustadrak" 1/268, dan Ath Thabrany dalam "Mu'jam Al Kabir" 17/251-252]

5. Dari jalan Abi Sa’id Al Khudriy

اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin ‘abdika wa rosuulika kamaa shol laita ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad hambaMu dan RasulMu, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim”

[SHAHIH, HR Bukhari 6/27, 7/157, An Nasa-i 3/49, Ibnu Majah no. 903, Baihaqi 2/147, dan Ath Thahawiy dalam "Musykilul Atsaar" 3/73]

6. Dari jalan seorang laki2 shabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

اللهم صل على محمد وعلى أهل بيته وعلى أزواجه وذريته كما صليت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد وعلى أهل بيته وعلى أزواجه وذريته كما باركت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid , wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada ahli baitnya dan istri-istrinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad dan kepada ahli baitnya dan istri-istrinya dan keturunannya, sebagimana Engkau telah memberkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

[SHAHIH, HR. Ahmad 5/347, Ini adalah lafazhnya, Ath Thowawiy dalam "Musykilul Atsaar" 3/74], dishahihkan oleh Al Albani dalam “Sifaat sahalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”, hal 178-179].

7. Dari jalan Abu Hurairah

اللهم صل على محمد و على آل محمد وبارك على محمد و على آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita wa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad,sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

[SHAHIH, HR Ath Thowawiy dalam "Musykilul Atsaar" 3/75, An Nasa-i dalam "Amalul Yaum wal Lailah" no 47 dari jalan Dawud bin Qais dari Nu'aim bin Abdullah al Mujmir dari Abu Hurairah , Ibnul Qayyim dalam "Jalaa'ul Afhaam Fish Shalati Was Salaami 'alaa Khairil Anaam (hal 13) berkata, "Isnad Hadist ini shahih atas syarat Syaikhaini (Bukhari dan Muslim), dan dishahihkan oleh Al Albani dalam "Sifaat sahalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam", hal 181 ]

8. Dari jalan Thalhah bin ‘Ubaidullah

اللهم صل على محمد و على آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد و على آل محمد كما باركت على إبراهيم و آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim,sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”.

[SHAHIH, HR. Ahmad 1/162, An Nasa-i dalam "Sunan: nya 3/48 dan "Amalul Yaum wal Lailah" no 48, Abu Nu’aim dalam "Al Hilyah" 4/373,semuanya dari jalan 'Utsman bin Mauhab dari Musa bin Thalhah, dari bapaknya (Thalhah bin 'Ubaidullah), dishahihkan oleh Al Albani].

► Tentang Ucapan صلى ا لله عليه وسلم

Di sunnahkan (sebagian ulama mewajibkannya) mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali menyebut atau disebut nama beliau, yaitu dengan ucapan :

صلى ا لله عليه وسلم

“Shallallahu ‘alaihi wa sallam”
Riwayat2 yang datang tentang ini banyak sekali, diantaranya dari dua hadits shahih di bawah ini :

1. Dari jalan Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, ia berkata,

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang yang bakhil (kikir/pelit) itu ialah orang yang apabila namaku disebut disisinya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku (dengan ucapan-red)

صلى ا لله عليه وسلم  (“shallallahu ‘alaihi wa sallam”").

[SHAHIH. Dikeluarkan oleh AT Tirmidzi 5/211, Ahmad 1/201 no 1736, An Nasa-i no 55,56 dan 57, Ibnu Hibban 2388, Al Hakim 1/549, dan Ath Thabraniy 3/137 no 2885.

2. Dari Abu Hurairah, ia berkata,  

"Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :" Hina dan rugi serta kecewalah seorang yang disebut namaku disisinya, lalu ia tidak bershalawat kepadaku"".

[SHAHIH. Dikeluarkan oleh Imam At Tirmidzi 5/210, dan Al Hakim 1/549. Dan At Tirmidzi telah menyatakan bahwa hadits ini Hasan].

Hadits ke dua ini, banyak syawaahidnya dari jama’ah para shahabat, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kiatb : At Targhib wat Tarhib” (2/506-510) Imam Al Mundzir, “Jalaa-ul Afhaam (hal 229-240) Ibnu Qayyim, Al Bukhari dalam “Adabul Mufrad” (no 644, 645), Ibnu Khuzaimah (no 1888), Ibnu Hibban (no 2386 dan 2387 – Mawaarid).

Wednesday, 12 December 2018

Penyebab Anak Nakal Dan Solusinya

Penyebab Anak Nakal

Saya sering diminta untuk meruqyah anak karena orang tuanya yang mengeluh bahwa anaknya nakal, susah diatur, membangkang, tidak mau belajar, tidak mau sekolah dll. Perlu Bapak / Ibu ketahui bahwa faktor penyebab anak bandel itu ada beberapa macem, diantaranya karena gangguan jin, tekanan, depresi, atau karena pengaruh lingkungan yang jelek. Kalau anak nakal itu disebabkan oleh gangguan jin maka Insya Allah kami bisa menanganinya sendiri, namun jika anak nakal itu disebabkan oleh psikis atau pengaruh lingkungan maka perlu kerjasama antara orang tua dan peruqyah, dan juga pihak ketiga.

Syarat-syarat Meruqyah Anak

  • Kalau anaknya belum akil baligh maka diruqyahnya harus bareng dengan orang tuanya (Ibu dan Bapaknya), tidak bisa dengan ibunya saja atau ayahnya saja melainkan harus keduanya yaitu ayah dan ibunya. Ciri-ciri anak yang sudah akil baligh adalah kalau perempuan sudah keluar haid, sedangkan kalau laki-laki biasanya sudah mimpi berhubungan badan atau pita suaranya sudah membesar.
  • Jika ayah atau ibunya punya jimat maka jimatnya harus dibawa dan rela jika jimatnya dihancurkan.
  • Membawa air putih 1 botol
  • Anak yang akan di ruqyahnya harus mau dulu karena kalau anaknya tidak mau biasanya kabur (pengalaman)

Siapa Sih Yang Sebenarnya Salah?

Anak sampean itu nakal banget, buat kotor depan rumahku aja jeng. “Anak ku ini kok ga bisa diem, nakal banget". Beberapa ungkapan seperti itu adakalanya sering kita dengar di sekitar kita. Percakapan antara emak-emak ataupun orang dewasa saat membicarakan pola perilaku anak yang ada di sekitarnya.

Ngomong-ngomong soal anak nakal, sebenarnya siapa sih yang salah? Membicarakan hal tersebut sejatinya kita harus memahami apa yang sedang di lakukan anak. Terkadang sebagian orang tua hanya karena anaknya terlalu aktif dan tak mau mendengarkan apa yang diinginkan, langsung di cap nakal.

Atau hanya karena sang anak mencari perhatian, orang tua langsung melakukan justifikasi bahwasanya anaknya terlalu usil hingga bikin sebal. Hmmm seperti tak pernah jadi anak saja ya hehee.

Sekarang kita bedah, alasan mengapa sih anak itu menjadi nakal itu. Anak nakal sejatinya ia bukanlah anak nakal seperti apa yang dikatakan oleh orang lain, khususnya orang dewasa.

Penyebab Anak Nakal Itu......

Terkadang anak yang dianggap nakal ternyata hanya seorang anak yang tengah merindukan perhatian dari orang tuanya. Ia berbuat seperti itu karena orang tuanya yang sibuk sendiri dengan apa yang dikerjakannya. Sang anak lebih banyak di beri gadget hanya untuk membuat anak tidak mengganggu orang tuanya yang sedang sibuk bermain media sosial dan lain sebagainya.

_“Mah coba gambarin burung hantu na mah”_ pinta anak. Seketika sang anak, _“Duh jangan ganggun mamah, ini maini aja hanphone ayah”_  ungkap sang emak sembari menyodorkan hp suaminya. Atau saat sang anak tengah menangis, lantas sang emak menghardiknya dan mengancam, _“husss diam, kalau ga diam tak panggilkan pak polisi loh biar ditangkap”_. 
Ujung-ujungnya mengancam dengan sesuatu yang tak masuk akal.

Padahal dengan apa yang dilakukan orang tua secara tak sadar mengajari sang anak sebuah sikap mengabaikan. Jadi wajar, jika anda melihat fenomena saat ini dimana banyak anak yang acuh tak acuh, atau suka mengancam saat keinginannya tak di penuhi. Ya itu barangkali sudah mendapatkan pendidikan dari sononya.

Tak hanya itu saja, orang tua juga acapkali menuntut sesuatu yang tak dimampu atau tak di senangi oleh anaknya. Jika tak mampu mengikuti apa yang dimau oleh orang tuanya, seketika ia akan di banding-bandingkan dengan orang lain.

Aktivitas membanding-bandingkan itu pada akhirnya membuat anak minder, dan muak dengan apa yang dilakukan. Dan representasi dari rasa muak maupun minder tersebut terlihat dari banyak perilakunya. Salah satu perilaku yang berpotensi muncul adalah dengan melakukan pemberontakan lewat sikap yang cendrung membuat orang tuanya sebal.

Anak nakal terkadang bukan disebabkan oleh dirinya yang nakal. Ia hanyalah seorang korban dari apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, terutama orang tuanya. Bisa jadi masalah yang di hadapi oleh anak bersumber dari apa yang orang tua lakukan terhadapnya. Atau bisa jadi cap buruk tersebut melekat disebabkan oleh sudut pandang orang tua yang diucapkan terus menerus hingga akhirnya membuat anak merasa bahwa dirinya dianggap nakal. Pengabaian dan rasa tak dihargai adalah hal yang juga berpengaruh pada perilaku anak.

Karena dalam setiap perilaku anak yang cendrung nakal itu ada kontribusi dari pola asuh yang dilakukan oleh orang tua. Hal ini semakin di kuatkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh budi (2009) dalam penelitian yang berjudul Perilaku agresif ditinjau dari persepsi pola asuh authoritarian, asertivitas dan tahap perkembangan remaja pada anak binaan lembaga pemasyarakatan anak kutoraja jawa tengah.

Oleh sebab itu mulai dari sekarang, yuk mari sayangi anak kita. Luangkan waktu kita untuk mereka, walaupun sekedar menanggapi hal remeh temeh yang ia tanyakan. Hargai setiap apa yang dia lakukan hingga pada akhirnya ia merasa dibutuhkan. Saat ia merasa dibutuhkan maka ia akan merasakan limpahan kasih sayang dan otomatis kebahagiaan akan selalu memancar dari lubuk hati mereka.

Dan saat rasa bahagia itu menyeruak, disaat itulah anak anda akan mudah anda kendalikan. Kuncinya dalam mendidik anak adalah keikhlasan dan kesabaran. Semoga kita menjadi orang tua terbaik bagi anak-anak kita. *Jadi siapa sih yang menjadi penyebab anak nakal?* 

Silahkan kita bisa menjawab nya sendiri. 😊😊

*Psikoma*
*HIMPSI*


Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Banyak orang tua yang mengeluh mengenai kenakalan anaknya, ada anak yang hiperaktif, ada anaknya yang malas diajak sholat, ada anak yang membangkang perintah orang tua, ada anak yang terjerumus kedalam pergaulan bebas dan ada pula anak yang terjerumus kedalam narkoba, naudzubillah.  

Wahai para ayah dan para ibu ketahuilah bahwa salah satu faktor utama yang membuat anak itu nakal adalah karena lingkungan yang buruk, sebaik-baiknya anak kita kalau lingkunganya jelek maka sedikit demi sedikit anak kita juga ikut terpengaruh. Lingkungan bisa mempengaruhi pribadi anak lebih dari 70 persen, boleh dikatakan pribadi anak kita dibentuk oleh lingkungan sekitar 70 persen lebih, semakin lama anak kita tinggal atau bergaul dengan lingkungan yang jelek maka prilaku anak kita juga bisa berubah menjadi jelek dan sebaliknya. 

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan teman sebagai patokan terhadapa baik dan buruknya agama seseorang. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar memilih teman dalam bergaul. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Itulah sebabnya mengapa anak kita harus bergaul dengan orang-orang yang sholeh karena lingkungan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap prilaku anak kita. Terus bagaimana caranya agar anak kita bisa bergaul dengan anak-anak yang sholeh? dilingkungan rumah kita mungkin ada anak yang sholeh namun mungkin juga ada anak yang bandel, di sekolah umum mungkin hampir seimbang antara anak yang baik dan anak yang nakal, jadi lingkungan rumah dan sekolah umum tidak menjamin anak kita untuk menjadi anak yang sholeh.

Lalu dimanakah lingkungan yang baik bagi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang dengan baik? jawabannya ada di pesantren, karena di pesantren mayoritas anaknya soleh atau solehah, di pesantren juga pergaulannya di awasi oleh pembina sehingga anak santri tidak bisa sembarangan keluar masuk. Di pesantren juga anak kita dibina agamanya siang maupun malam.

Usia SD adalah usia yang paling mudah untuk mengatur anak kita sehingga ketika anak kita lulus sekolah dasar, kita bisa memasukkanya ke pesantren. Berbeda dengan usia SLTP, pada usia tersebut anak sudah mulai mengatur dirinya sendiri sehingga sekolah pun ingin sesuai dengan pilihannya, sehingga agak susah bagi orang tua untuk memasukkannya ke pesantren. Pepatah bilang mencegah lebih baik daripada mengobati, oleh karena itu masukkanlah anak-anak anda ketika lulus SD ke pesantren. Jangan sampai terlambat, ibarat nasi sudah menjadi bubur.

Berikut nama-nama pesantren yang bisa dipilih untuk menyekolahkan anak-anak kita :

1. PESANTREN MINHAJUS SUNNAH BOGOR , JAWA BARAT
Alamat : Jl. Raya Darmaga Belakang Gudang Bulog Darmaga, Bogor , Jawa Barat Tel. 0251-623761
e-mail: minhajussunnah@yahoo.com

2. PESANTREN SABILUNNAJAH BANDUNG –MTs dan MA ( Khusus Putra )
Alamat : Jln Sungai Citarik (jembatan II) sapan, desa sukamanah kecamatan Rancaekek, Bandung
www.sabilunnajah.com
Contact Person
M.Rahmad Khairi,S.Si (0878-2390-9765)
Jajat Kurniawan,S.T, M.M.Pd (0812-8805-4208)
Agung Hidayatullah, S.Sos.I (0818-0213-2539)

3. PESANTREN AL FURQON AL ISLAMI, GRESIK, JAWA TIMUR
Alamat : Ma’had Al-Furqon Al-Islami, Srowo-Sidayu, Gresik, Jawa Timur
Tel. 031-3949156 – Fax. 031-3940347

4. PONDOK PESANTREN IMAM BUKHORI, SOLO, JAWA TENGAH
Jenjang Pendidikan: TK, SD, SMP, ALIYAH
Alamat : Jl Raya Solo – Purwodadi Km 8, Selokaton Gondangrejo, Solo 57183
Tel. 0271-665450, 761016, 08122593225, 08156734302

5. PESANTREN ISLAMIC CENTRE BIN BAAZ, YOGYAKARTA
Jenjang Pendidikan: TK, SD, SMP, ALIYAH, PESANTREN MANDIRI
Alamat : Jl. Wonosari Km 10, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta . Tel/Fax. 0274-522964

6. PONDOK PESANTREN JAMILURRAHMAN AS SALAFI, YOGYAKARTA
Alamat : Sawo, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta .
Contact person: Ustadz Abu Mush’ab (Tel. 08122745705)

7. Pesantren Minhajul Haq
Kampung Pasir Muncang, Desa Pusaka Mulya Kec. Kiara Pedes, Kab. Purwakarta, Prop. Jawa Barat Indonesia
https://minhajulhaq.or.id

8. PESANTREN IHYA AS SUNNAH, TASIKMALAYA, JAWA BARAT
Jenjang Pendidikan: TK, SD, SMP, ALIYAH, PESANTREN MANDIRI, MAHAD TAHFIDZ AL QURAN
Alamat : Jl. Terusan Paseh – BCA No 11 Tasikmalaya
Tel. 0265-310754

9. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya
Alamat : Jl. Sidotopo Kidul No.51, Sidotopo, Semampir, Kota SBY, Jawa Timur 60152

Telepon: (031) 3732301

10. PONDOK PESANTREN AL UKHUWAH, SUKOHARJO, JAWA TENGAH
Jenjang Pendidikan: TK, SD, SMP, PESANTREN MANDIRI (I’DAD DUAT)
Alamat : Ponpes Al Ukhuwah, Sanggarahan, Joho, Sukoharjo, Solo,
Tel. 0271 592089

11. PONDOK PESANTREN ABU HURAIRAH, MATARAM, NTB
Alamat: Jl. Soromandi No, 1 Lawata, Mataram, NTB
Tel. (030) 642404

12.  Ma`had Khidmatussunnah As-salafy Littashfiyyah Wattarbiyyah
Desa Adirejo Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung timur
Untuk info lebih jelas, sulahkan kunjungi : www.khidmatussunnah.com

13. Ponpes Riyadhush Shalihin Pemalang 
Jl. KH Ahmad Dahlan, Kebondalem, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319, Indonesia , Telp 0852 01491 086

14. Ma’had Ar Risalah Al-Atsari Karawang
dusun Serang RT. 12 RW. 06 desa Mekarjaya kec. Purwasari kab. Karawang JABAR, HP 0852 8222 0323 Website : http://www.arrisalahkarawang.org

15. Pesantren Yatim  Ibnu Taimiyah, BOGOR , JAWA BARAT
Kp.Pasir Tengah Rt 04 Rw 03 Pondok Bitung Ds. Sukaharja Kecamatan Cijeruk Bogor, 16740
Phone: (0251) 8388 934 www.ibnutaimiyah.com

16. PESANTREN ISLAM AL IRSYAD, TENGARAN, SALATIGA, JAWA TENGAH
Jenjang Pendidikan: TK, SD, SMP, ALIYAH, SETARA UNIVERSITAS
Alamat : Desa Butuh, Kec. Tengaran, Kab. Semarang , Jawa Tengah, Po Box 134 Salatiga
Telp. (0298)321658

17. SD-SMP Islam Al Umm MALANG
Kompleks Masjid Al Umm  Jl. Joyo Agung No. 1 Merjosari Malang
http://www.binamasyarakat.com/

18. MAHAD IBNU ABBAS AS SALAFI, SOLO, JAWA TENGAH
Jenjang Pendidikan: TK, SD, SMP, PESANTREN MANDIRI
Alamat : Mesjid Baitul Musthafa, Beku, Kliwonan, Masaran, Sragen, Solo Telp. 0271-881394

19.Ma’had Tahfidz Qur’an Al Ikhlash MAGELANG
Komplek Masjid Jami’ Al Ikhlash Dsn. Tlatar, Ds. Krogowanan, Kec. Sawangan, Kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah 56481.
CP : 081578442125 (Reza), 085702227853 (Rifki)

20. PONDOK PESANTREN HAMALATUL QUR’AN KARAWANG
JL.SYEKH QURO,PLAWAD,KARAWANG,JAWA BARAT,INDONESIA
Telepon:(0267) 8638236

21. Pondok pesantren Modern Daarussunnah Al-Islamy WANGON
jl. Wangon -Ajibarang RT 03/01 Desa jambu Kec. wangon Kab Banyumas 53176.
CP. Priagung Rajasa (0857 2922 1066), Aji satrianto (0821 3535 9991), Amin taufik (0856 4288 1684),

22 . Ma’had Zaadul Ma’ad PALEMBANG
Jl. Melati, depan perumahan Taman Mekar Sari (dekat dengan Pasar Talang Jambe), Talang Jambe, Palembang.
0857 4555 7199 http://zaadulmaad.com/

23. Pesantren Islam AL-ITTIBA’ KLATEN
Desa Tlogorandu Rt.03 Rw.05 kecamatan Juwiring, Klaten.
https://abufawaz.wordpress.com/category/info-pesantren-al-ittiba/

24. PESANTREN ALMA’TUQ SUKABUMI
Jl. Kadudampit KM. 03 Desa Gunungjaya Kec. Cisaat Kab. Sukabumi
Kode Pos 43152 Telp. (0266) 229949 Fax. (0266) 221450
Email. almatuq@yahoo.com
0857.2346.1429, 0812.1236.4442 (Ust. Buldan/Abu Haitsam)
0857.9841.3140, 0812.1089.2546 (Ust. Gaus/Abu Balqis)

25.Pesantren Al Wafa BEKASI
Jl. Masjid Bilal bin Rabah, Cisaat Bojong Rt.010/04, Desa Kertarahayu, Kec. Setu Bekasi, Jawa Barat 17320,
Contak Person.
1.Ustadz Untung Junaedi, MPd. HP: 0857-1166-5550 / 0813-1854-5121
2.Ustadz Ryandi Maulana . HP : 0858-6089-6668
www.pesantrenalwafa.com

26. Pesantren Alandalus JONGGOL
Putra: Jl. Menteng Waru Km . 13,5 Kp. Cijurey RT 004/003, Desa Sukadamai, Kec  Sukamakmur, Kab. Bogor, Jawa Barat.
Putri: Jl. Menteng Km. 6, Kp. Kadupandak, Desa Balekambang, Kec. Jonggol, Kab. Bogor, Jawa Barat.
No HP : XL 0877-8456-6048 dan 0877-8456-6047
No HP : IM3 0857-1906-1919 dan 0813-1802-2744
http://pesantrenalandalus.com/

27. PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA
Alamat: Kedungwuluh Rt. 08 Rw. 02 Kalimanah Purbalingga 53371 Jawa Tengah Indonesia
Telp: 0281 6597674  HP: 081319839320

28. PONDOK PESANTREN RIYADHUSSHOLIHIIN PANDEGLANG
Jl. Kadukacang Km,0,5 Rocek Cimanuk Pandeglang Kode Pos 42271, Banten – Indonesia
HP: 081319269080 / 081319673307

29. AL-MA’HAD – The Islamic Boarding School BEKASI
Jl. MT. Haryono, Kp. Awirarangan Kec. Setu, Kabupaten Bekasi
email: info@mahaduna.sch.id

30. Assunnah CIREBON
Jl.Kalitanjung 52.B situgangga Karyamulya Kesambi, Kota Cirebon, West Java 45135
(0231) 488728
http://assunnahcirebon.com/

31.PONDOK PESANTREN RIYADHUSH SHALIHIN
Jl. KH. Ahmad Dahlan Mulyoharjo-Pemalang
[Sebelah Barat Perempatan Sirandu Pemalang]
Informasi:
No. Pondok: 0877-11811-965 (XL) dan 082-300-2120-28 (AS)

32. Ponpes Nashrus Sunnah
JL. KOPERASI 68 BANJAREJO, TAMAN, MADIUN telp (0351) 469169
http://an-najiyahmadiun.blogspot.co.id/

33. MAHAD ADZ DZAKY BREBES
Alamat:
Masjid Adz Dzaky sebelah TB. Kijang Logam Jl. Raya Pakijangan no. 11 Bulakamba Brebes Jawa Tengah 52253
CP: 087725222656

34. Pondok Pesantren Ma’hadul Qur’an (dulu Islamic centre umi barokah)
Jl Profesor Soeharso, Gatak, Kebontimun, Kiringan, Boyolali
( -/+200m Utara Terminal Boyolali , Barat Perum Galaxy)
Info pendaftaran. 
Abu Riyadl Nurcholis, Lc 085326571234
M. fauzan 085647000929

35. Ma’had Minhaj Shahabah (SMP & SMA Al Minhaj Putra Putri)
Jl. Ciburial Sukamaju Rt/Rw 001/011, Ds. Sukamantri, Kec. Tamansari Bogor.
Tlp.0251 848611238.

36. Ma’had Minhajul Muslim Pantura Subang
Jl.Sewo-Kalensari Km.2,5 No.90 Rt.07/02
Sarimulya-Rangdu, Pusakajaya-Subang
Jawa Barat KP.41255
* Informasi :
C.P. : 081320710954 (Abu Syalhaa`), 085289660963 (Abu Nasyith)

37. Pondok Pesantren HAMALATUL QURAN
Kembaran RT 8, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.(0274) 372 602 ,
Aris Munandar, SS, MPI :081 579 857 96 ,Amri Suaji, Lc. : 081 227 150 771
Website: www.hamalatulquran.com

38. SD Islam Riyadhus Shalihin Bekasi
Perumahan Mutiara Insani
Jl. Kepala Dua – Padurenan – Mustika Jaya
Bekasi Timur – Kota Bekasi 17156
Telp.: +62 812 8321 2444
Email: info@sdi.riyadhusshalihin.or.id

39. Fitrah Islamic World Academy (FIWA).
Jl. H. Miing, Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Web : www.fiwa.sch.id

40 . Ma’had Madinatulquran – Jonggol
http://www.madinatulquran.or.id

41. PESANTREN IMAM SYAFII, CILACAP, JAWA TENGAH
Jenjang Pendidikan: SETARA UNIVERSITAS
Alamat : Jl. Sumbawa No.70 Cilacap Jawa Tengah
Tel/Fax. (0282)536053

42. Ponpes Nuur ‘Ala Nuur
JL. Buwek Jaya No.2B Sumber Jaya Tambun Selatan Bekasi
Telp: 0813 8998 6216, 0878 8555 8860

Catatan:
bagi pembaca sekalian apabila ada kesalahan penulisan nama, alamat atau no telp mohon dikoreksi. 


Bagaimana Caranya Agar Anak Mau Belajar

Perlu diketahui pak/bu ,anak-anak memiliki cara belajar masing-masing.

1. Auditori
*=>* Cara belajar ini menggunakan media yg berfokus kpada pendengarannya. Contoh : Melalui video atau audio, atau melalui audio dari org tuanya

2.Visuali
*=>*  Cara belajar ini menggunakan aspek penglihatan dan anak lebih cenderung lebih mudah belajar dari mencontoh sesuatu, dalam hal ini ttap orgtua menjadi contoh dalam ia belajar dirumah

3.Kinestetik
*=>* Mungkin kita pernah melihat diantara anak-anak kita atau adik adik kita yg ketika disuruh belajar ia malah lari sana sini sambil membawa buku. Maka, jangan dilarang, akan tetapi tetap diawasi dan diarahkan. Hal ini sesuai dengan teori Mentossori yg 90% menjadikan kebebasan anak dalam memilih cara belajar nya dan 10% pengawasan yg ketat.

Lalu, bagaimana cara anak agar semangat belajar atau menghafal??
Maka kenali dahulu bagaimana cara ia belajar, lalu berikan dukungan sesuai dengan cara belajar nya. Misal, cara belajar nya audio, maka kita bisa bantu si anak dgn media audio yg mumpuni. 

Wallahu A'lam

Bagaimana Kalau Anak Sudah Terjerumus Kedalam Dunia Kenakalan Remaja?


Ada beberapa cara nya Pak/Bu, In Sya Allah :

1). Tingkatkan Agama

Psikologi Agama menjelaskan bahwa kehidupan beragama keluarga menjadikan sebuah anak sebagai seseorang yang tahu akan kewajiban dan batasan atau tidak. Terkadang saja anak-anak yang sudah mengerti agama dan hal yang dilakukannya terlarang masih saja ada yang melanggar apalagi mereka yang tidak mempelajari mengenai agama. Apapun agamanya, semua pasti mengajarkan kebaikan. Sehingga perlu meningkatkan lagi iman anak-anak.

2). Isi Waktu Bersama

Remaja memang bukan anak-anak lagi yang mau pergi dengan orang tua kemanapun bersama. mengisi waktu luang diserahkan kepada kebijaksanaan remaja tersebut, namun anda sebagai orang tua jangan juga gengsi atau merasa tidak peduli. Karena seringkali anak remaja yang kurang kasih sayang mendapatkan kesulitan untuk bercerita dan akhirnya lari pada kenakalan remaja.

Remaja sama seperti anak-anak bahwa mereka membutuhkan materi, juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Karena alasan inilah, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga dimana anda bisa menghabiskan waktu dengan mengobrol dan berkegiatan seru lainnya. Bisa juga berbentuk permainan layaknya, misalnya scrabble, monopoli, catur dan lain sebagainya. Selain itu, dapat pula berupa tukar pikiran berbicara dari hati ke hati.

3). Campur Tangan Orang Tua

Sebagai orang tua, anda hendaknya membantu memberikan pengarahan agar anak memilih jurusan sesuai dengan bakat, minat dan hobi si anak. Seringkali anak yang nakal karena mereka tidak terarah untuk melakukan hal positif. Atau bisa juga wujud dari penolakan mereka akan permintaan anda yang memaksa menginginkan anaknya mengikuti permintaan anda.

Tetapi apabila anak tersebut tidak ingin bersekolah yang sesuai dengan hobinya anda harus bisa memberikan pengertian. Namun mereka harus memilih apapun yang telah mereka tentukan, jangan sampai mereka menyesal dan tidak mau bertanggung jawab. Termasuk mengenai sekolah dan permasalahan apapun lainnya.

4). Sugesti Positif

Terkadang beberapa anak berubah menjadi anak nakal akibat pengaruh dan paksaan atau dari orang atau faktor luar. Bukan karena anak tersebut memang nakal, Sehingga tugas anda untuk mengatasinya bisa menumbuhkan lebih banyak pikiran-pikiran positif (kognisi). Bahwa melakukan hal tersebut buruk dan melakukan hal yang lebih baik akan jauh lebih menyenangkan.  Memberikan sugesti-sugesti positif apa yang seharusnya dilakukan. Sehingga para komunitas geng motor tersebut dapa bepikir bahwa tindakan mereka itu tidak benar sebagai contoh juga bisa menjadi hal yang paling ampuh untuk itu.

5). Bergaul dengan Teman Sebaya

Seringkali, banyak orang tua yang membiarkan anaknya bermain dengan siapa saja. Padahal berbagai orang yang seringkali bergaul dengan bukan teman sebaya bisa saja mempengaruhinya. Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun mungkin masih dalam toleransi. Namun jika anda membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang buruk yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani. 

6). Identitas Diri

Identitas diri memang cukup mengganggu banyak anak remaja dimana remaja mengalami kegagalan menghadapi identitas peran dan lemahnya control diri. Hal ini menyebabkan kenakalan remaja tersebut bisa dicegah atau bisa diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik, juga mereka berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.

Cara Lainnya
Selain itu ada berbagai cara mengatasi kenakalan remaja yang bisa anda gunakan triknya :

Berikan Time Out

Dengarkan Keluhan dan Alasan Mereka
Berikan Jadwal yang teratur meskipun terkesan seperti anak-anak namun terkadang hal ini ampuh.

Tidak mengekang terlalu parah atau terlalu ketat.

Berikan alat komunikasi dimana anda juga bisa memantaunya atau bisa mengawasinya.

Berikan waktu untuk bersama dengan keluarga besar, sahabat, anda khususnya sebagai orang tua dan lainnya agar mereka bisa tahu bahwa banyak orang yang mengharapkan mereka berubah.

Jauhkan dari lingkungan yang kemungkinan memberikan dampak buruk terhadap mereka.

Diajak atau diberikan waktu khusus untuk konseling, jika sudah sulit ditangani minta bantuan psikolog

Membiarkan mereka untuk membereskan permasalahan sendiri, agar bisa bertanggung jawab dan merasa “kapok” serta tidak ingin lagi melakukan kenakalan.

Menguji dengan tanggung jawab dan konsekuensi

Mendisplinkan Waktu

Terkadang beberapa remaja mengatakan “merdeka atau mati” namun bukan seperti pahlawan dimana yang adalah apabila orang tua tak mau memberikan kemerdekaan atau kebebasan, maka mereka lebih memilih mati bunuh diri atau keluar sebagai anak. Meskipun terkadang permintaan mereka mungkin tidak masuk akal tetapi jangan sampai anda juga terlalu memanjakan